Jumat, 03 April 2026

BIOGRAFI MBAH MANGLI

A. BIOGRAFI
Mbah Mangli atau KH. Hasan Asykari adalah seorang tokoh ulama' yang masyhur dengan kewalian serta karamahnya , beliau merupakan mursyid thoriqoh qodiriyah waa naqsyabandiyah. Beliau lahir di Jepara pada Hari Jum'at legi tanggal 17 Agustus 1928 dini hari. Beliau merupakan putra kedua dari Kyai Imam bin Abu Suja' Jepara yang menurut beberapa sumber masih keturunan Maulana Hasanuddin bin Sunan Gunung Jati sedangkan dari garis ibu beliau merupakan keturunan dari Kyai Ageng Hasan Besari tokoh kyai besar yang menurunkan para ulama' terkemuka juga termasuk keturunan Sunan Kalijaga. Sedangkan beliau wafat pada Minggu 26 Oktober 1996 di makamkan di Komplek Pondok Pesantren yang beliau dirikan tepatnya di Dusun Mangli, Girirejo, Ngablak, Magelang.

B. KELUARGA
a. Orang tua Mbah Mangli
Ayah : Kyai Imam bin Umar bin Abu Suja'
Ibu :

b. Istri Mbah Mangli
Mbah Mangli mempunyai beberapa istri diantaranya :
1. Nyai Hj. Umi Hasanah 
2. Nyai Hj. Siti Qomariyah
3. Nyai Hj. Siti Fatimah
4. Nyai Hj. Noor Rohmah

c. Keturunan Mbah Mangli
Berikut istri dan anak Mbah Mangli :
A. Nyai Hj. Umi Hasanah
1. Gus Thohir
2. Ning Ma'unah
3. Ning Aliyah
4. Ning Ma'iyah
5. Ning Bahiyah

B. Nyai Hj. Siti Qomariyah
1. Ning Zahroh ( Alm )
2. Ning Zainab
3. Ning Mardhiyah
4. Gus Muhammad Said
5. Ning Chusnul Khotimah
6. Gus Achmad Maghfur
7. Ning Fatimah ( Alm )
8. Ning Chalimah

C. Nyai Hj. Siti Fatimah
1. Gus Muhammad Saad
2. Gus Muhammad Said ( Alm )
3. Gus Achmad Ridho
4. Gus Zen Muhammad
5. Gus Muhammad Anis

D. Nyai Hj. Noor Rohmah
1. Ning Hamdhanah
2. Ning Hasanah
3. Gus Musyafa' Asykari

C. PENDIDIKAN 
D. DAKWAH
E. KARAMAH

Sabtu, 17 Juni 2017

Magelang Bersholawat

Mei 20, 2017

Cari Ridha Allah Sebelum Berjumpa dengan-Nya

SM/Eko Priyono
SHALAWATAN : Habib Syech bin Abdul Qodir (tengah) melantunkan shalawatan di Ponpes Demesan, Girirejo, Tempuran, Kabupaten Magelang, Rabu malam (17/5). (40)

MAGELANG – Orang berakal ada tiga, yaitu orang yang meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, orang yang membangun kuburnya sebelum dia masuk ke dalamnya, dan orang yang mencari ridha Allah sebelum berjumpa dengan Allah.

Dai sekaligus pelantun shalawat nabi, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf mengatakan hal itu dalam Haflah Attasyakur Lil Ikhtitam dan haul di Ponpes Al Asyari-Al Hidayah, di Dusun Demesan, Girirejo, Tempuran, Kabupaten Magelang, Rabu malam (17/5).

Pengajian malam itu dihadiri 10 ribu warga, termasuk Syechker Mania Kabupaten Magelang. Ribuan jamaah mengikuti semua lantunan shalawat sambil membawa bendera berlampu warna warni.

Bahkan banyak yang hanyut dalam shalawatan tersebut. Beberapa shalawat nabi yang diiringi grup rebana Ahbabul Mustofa Magelang itu dibuka dengan Mars Yahlal Wathon yang dilanjutkan dengan ”Alangkah Indahnya”, ”Kisah Rasul”, ”Padang Bulan”, ”Turi-turi Putih”, ”Allahu Allah”. Salah satu sechker mania warga Sekarlangit, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Masrur menyatakan, sering menghadiri acara Habib Syech.

Termasuk pernah sampai Solo dan Sragen dengan biaya sendiri. ‘Saya suka ngaji dan sh·lawatannya,” katanya. Sementara itu dalam ceramahnya Habib Syech menguraikan makna orang berakal. Menurutnya, orang berakal adalah orang yang tidak mencintai duniawi.

Mereka membangun kuburnya sebelum masuk di dalamnya. ”Membangun kubur dengan ibadah perbuatan baiknya dilaksanakan dengan sempurna untuk membangun alam kuburnya. Selain itu mencari ridha Allah sebelum berjumpa dengan-Nya,” ungkapnya.

Dia menyinggung adanya 20 santri di ponpes tersebut yang hapal Alquran. Itu bukti kecintaan untuk menuntut ilmu. ”Aja mumet golek donya karena dunia akan meninggalkan kita.

Mari kita cari ridhanya agar neraka menolak kita dan surga dekat dengan kita,” katanya. Pada pengajian dan shalawatan tersebut diselingi pernikahan Ketua Syechker Mania Kabupaten Magelang, Musyafak bin KH Mangli dengan Khudoifi.

Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf memimpin upacara pernikahan tersebut. Sedangkan doa dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Asyari Dusun Demesan Kidul, Desa Girirejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, KH Mastur Asyari.

Acara malam itu diakhiri dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Ditutup dengan penyerahan jaket dari Syechker Mania Kabupaten Magelang kepada Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf. (yon-40)

Sumber : Koran Suara Merdeka Magelang

Ahbabul musthofa magelang

https://www.4shared.com/s/fwNjM8stLca